Izzah dan Iffah, Bukan Sekedar Eksistensi

Izzah dan Iffah, Bukan Sekedar Eksistensi

Wanita sudah ditempatkan begitu mulia, jangan sampai kamu sendiri yang justru melepaskannya. Jagalah izzah dan iffahmu, gunakan socmed dengan bijak. Seperlunya dan untuk kebermanfaatan, bukan sekedar eksistensi

1759
4
Izzah dan Iffah, Bukan Sekedar Eksistensi
Izzah dan Iffah, Bukan Sekedar Eksistensi picsouce: tripadvisor

sangpena.com | Izzah dan Iffah. Izzah adalah sebuah harga diri, kesucian, kemuliaan sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap umat muslim. Lebih-lebih bagi seorang muslimah yang di akhir zaman ini luar biasa besar fitnahnya.

Kemudian Iffah, secara bahasa berarti menahan. Sedangkan secara istilah berarti menahan dari segala hal yang diharamkan oleh Allah. Iffah bisa juga dimaknai sebagai upaya menahan diri, menjaga diri dari hal-hal yang tercela sekalipun dalam diri menginginkan hal tersebut.

Izzah adalah harta yang sangat berharga, sedangkan iffah-nya adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan sekuat tenaga-menahan diri.

Jika melihat kondisi kekinian ummat muslim, terlebih muslimah. Menjaga izzah dan iffah di “dunia nyata” mungkin  tidak terlalu sulit. Berbeda halnya ketika di “dunia maya” dengan berbagai kemudahannya.

Seorang muslimah bisa jadi tampak shalihah, anggun berbusana, santun, dengan berderet kebaikan. Tapi sayang beribu sayang, di dunia maya banyak yang lupa diri. Di era smartphone dengan berbagai aplikasinya, tidak sedikit malah yang akhirnya terjerumus.

Upload foto dengan berbagai gaya menjadi rutinitas, update semua aktivitas via socmed, ganti profile picture rutin, PM yang beragam, mulai dari bangun, kegiatan, sampai mau tidur hampir tidak ada yang terlewat. Saya sering bertanya-tanya: Tujuannya apa? Manfaatnya apa?

Jika tujuannya eksistensi, haruskah seorang muslimah memamerkan eksistensinya di berbagai platform social media? Sedangkan di sana bisa jadi ada laki-laki di pertemanan yang timbul hasrat saat melihatnya? Siapa yang berdosa?

Kemudian, bermanfaatkah saat semua aktivitas diupdate via Socmed? Makan, jalan-jalan, dan lain-lain yang sifatnya “wah”. Atau kita sendiri yang merasa perlu “pamer” agar orang lain mengetahui? Tapi pertanyaannya, kenapa tidak ada aktivitas sepele yang diupload ke socmed, ke PM BBM, misalnya semacam: “cuci piring, ganti LPG, menyapu rumah, ngepel”.

Pergi kemana rasa malu itu? sedangkan hati sudah terpaut ke smartphone, yang segala sesuatunya harus diupdate(?). Cobalah untuk mengembalikan izzah dan iffahmu. Kamu itu sangat mahal, itulah alasan kenapa ada surat di Al Qur’an yang dikhususkan untukmu, wahai muslimah. Tidak ada surat Ar-Rijal, tapi An-Nisa’.

Wanita sudah ditempatkan begitu mulia, jangan sampai kamu sendiri yang justru melepaskannya. Jagalah izzah dan iffahmu, gunakan socmed dengan bijak. Seperlunya dan untuk kebermanfaatan, bukan sekedar eksistensi 🙂

Hamba yang tak lepas dari dosa. Hanya menuliskan kegelisahan, semoga bermanfaat. Boleh dishare.

Jakarta, 23 Oktober 2015

4 COMMENTS

  1. wah, beneran.. komentarku nggak muncul :D.

    pokok’e tulisannya inspiratid dah. jadi bahan renungan, terutama untuk saya pribadi. keep writing (y)

LEAVE A REPLY