Tag Archives: Artikel Islami

Izzah dan Iffah, Bukan Sekedar Eksistensi

Izzah dan Iffah, Bukan Sekedar Eksistensi

sangpena.com | Izzah dan Iffah. Izzah adalah sebuah harga diri, kesucian, kemuliaan sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap umat muslim. Lebih-lebih bagi seorang muslimah yang di akhir zaman ini luar biasa besar fitnahnya.

Kemudian Iffah, secara bahasa berarti menahan. Sedangkan secara istilah berarti menahan dari segala hal yang diharamkan oleh Allah. Iffah bisa juga dimaknai sebagai upaya menahan diri, menjaga diri dari hal-hal yang tercela sekalipun dalam diri menginginkan hal tersebut. read more

Bilal Bin Rabah Simbol Kesetaraan Sosial Islam

Bilal Bin Rabah Simbol Kesetaraan Sosial Islam

sangpena.com | ABU TARIQ HIJAZI

 =&0=& ra adalah salah satu nama yang paling terkenal dalam sejarah =&1=&. Seorang budak Negro dari Habsyah (Ethiopia), Bilal merupakan bukti nyata dari penghormatan Islam terhadap =&2=&, anti rasisme dan keadilan sosial. Lahir pada 680 Masehi di Mekkah, bersama orang tuanya – Rabah dan Hamamah – Bilal juga menjadi budak dari Umayyah bin Khalaf, seorang musuh Islam. Ketika Umayyah mendengar bahwa Bilal masuk Islam, ia menyiksanya dan memaksanya untuk melepaskan keimanan barunya. Tetapi dengan penuh kecintaan kepada Nabi Muhammad saw dan Islam, Bilal tetap teguh dalam keimanannya. Meskipun ia disiksa dengan kejam ia terus mengatakan “Ahad, Ahad.” (Allah itu satu, Allah itu satu) Ketika Nabi Muhammad saw mengetahui tentang penganiayaan yang dialami Bilal, ia mengutus Abu Bakar ra, yang menebusnya dari sang penindas dan membebaskannya dari perbudakan. Kebebasan ini adalah hadiah pertama Islam kepada Bilal. Khalifah Kedua Umar Bin Khattab menghormati Bilal dengan menyebutnya sebagai Sayyidina (pemimpin kami). Bilal menjadi salah seorang sahabat yang paling dipercaya dan setia kepada Nabi Muhammad saw. Beliau termasuk orang yang pertama masuk Islam. Bilal ikut hijrah bersama Nabi Muhammad saw ke Madinah dan ikut dalam pertempuran-pertempuran besar termasuk perang Badar, Uhud, Khandaq dll. Saat Perang Badar, ia berhashil membunuh musuh Islam dan orang yang telah memperbudak dan menindasnya – Umayyah. Nabi Muhammad saw adalah orang pertama yang menyatakan kesetaraan diantara manusia dalam sejarah dunia 1400 tahun yang lalu. Dihadapan lebih dari 120.000 sahabat saat haji, beliau menyatakan: “Wahai para manusia, ingatlah sesungguhnya Tuhan kalian itu satu, dan bapak kalian itu satu. Ingatlah, tidak ada keunggulan orang Arab atas orang ajam/asing, dan tidak bagi orang ajam atas orang Arab, tidak bagi orang kulit putih atas kulit hitam, dan tidak bagi orang kulit hitam atas kulit putih kecuali taqwa.” Nabi memilih Bilal menjadi salah satu sahabat yang mulia. Munculnya Bilal sebagai seorang yang menonjol dalam sejarah Islam adalah bukti pentingnya pluralisme dan kesetaraan ras dan sosial dalam Islam. Saat Abdullah bin Ziyad menceritakan bahwa ia telah bermimpi diajari metode dan kalimat Azan, Nabi Muhammad saw menyukainya dan menunjuk Bilal sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan di Madinah dengan bacaan tersebut. Ketika Umar ra mendengar azan, ia bergegas mendatangi Nabi Muhammad saw dan mengatakan kepada beliau bahwa ia juga bermimpi azan dengan bacaan yang sama. Dengan demikian azan dikumandangkan pertama kali oleh Bilal. Nabi saw menunjuknya sebagai Muazzin Rasul. Karena Bilal merupakan orang Afrika pertama yang memeluk Islam, umat Islam Afrika masih merasa bangga dengan kehormatan yang diberikan kepada orang Afrika tersebut. Kehormatan besar lainnya bagi Bilal adalah setelah Fatah Mekkah pada 8 Hijriah. Ketika kota Mekkah menyerah dan semua orang baik Muslim dan non Muslim berkumpul di suatu halaman, Nabi saw meminta Bilal untuk menaiki atap Ka’bah dan mengumandangkan azan dari atasnya. Ini adalah azan pertama yang dikumandangkan di Mekkah al-Mukarromah. Begitulah pengabdian Bilal di dalam Islam dan pencapaian kerohanian yang ia dapatkan. Suatu kali Nabi Muhammad saw bersabda: =&3=&

Copyright © 2018. Powered by WordPress & Romangie Theme.