Wanita Tetaplah Wanita

Dadaku membusung bangga dengan segala sebutan kami.
Gadis, perawan tua hingga sebutan janda bahkan pelacur.
Namun, tulang tetap tulang tetap menggigil tanpa diselimuti daging.
Walaupun kokoh menopang tubuh, kami pun sama.

Bagaimanapun kuatnya kami, wanita tetap wanita.

Aku, kami, dunia mungkin berkata kita rapuh seperti kristal.
Biarkan mereka menilai seberapa kuatnya kita.

Perempuan.
Menjadi perempuan bukanlah sebuah pilihan tapi ini adalah takdir.
Kami senang mengambil keputusan atas hidup kami sendiri dan menjadi bahagialah yang aku sebut sebagai pilihan.

Sesekali patah, terpuruk namun selalu ada kekuatan extra untuk bangkit kembali.
Begitulah cara kami menghadapi dunia, pun saat hati jatuh cinta.

 

Wanita Tetaplah Wanita

sangpena

Penikmat sastra dan sains. Suka design grafis dan main biola. Menulis di sangpena.com adalah kesibukannya selain sehari-hari bisa ditemukan wara-wiri di seputar Kota Semarang. Ada pertanyaan? Hubungi di halaman kontak ya :)

1 Response

  1. Widya Herma says:

    Kereeen banget opininya mas 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dog