Contoh File EPS Yang Diterima Shutterstock

 

Butuh Resources Premium Freepik Tapi Tidak Ada Modal? Sini Saya Bantu, Gratis!

 

sangpena.com – Alhamdulillah, akhirnya website ini kembali online setelah kurang lebih 2 pekan berturut-turut down karena kesalahan konfigurasi theme 🙁

Sesuai janji saya di berbagai postingan tentang Shutterstock sebelumnya, kali ini saya akan sharing tentang ekstensi file EPS yang diupload ke Shutterstock.

Banyak pemain pemula (seperti saya) yang bingung saat awal-awal bermain SS, antara ekstensi EPS 8 dan EPS 10, serta kapan menggunakan masing-masing ekstensi tersebut ketika membuat sebuah design.

 

Kulgram I Seputar Jualan di Etsy bisa dibaca di sini, gratis!

Saya sendiri menggunakan EPS 8 saat membuat flat design yang tidak membutuhkan perlakuan dan efek khusus. Sedangkan menggunakan EPS 10 khusus untuk gambar yang memiliki efek, entah itu gradasi, shadow, dll.

Lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya:

Contoh Ekstensi file EPS Shutterstock
design oleh sangpena

Pada file EPS 8 sebelah kiri, murni tanpa efek, flat design. Sedangkan file EPS 10 di sebelah kanan menggunakan efek di sekitar segitiga. Penggunaan efek ini untuk menciptakan kesan elegan dan sedikit “rasa 3D” dengan adanya bayangan di sekitar objek.

Biar makin semangat, lihat total earning saya di sini!

Untuk melihat lebih detail perbedaannya silakan download contoh file EPS pada link di bawah ini:

Download EPS 8 | Download EPS 10

Ukuran File EPS Shutterstock:

Pertanyaan ini sepertinya juga cukup penting untuk dijawab 🙂 . Saya biasanya membuat file baru (EPS) dalam ukuran 200×200 pixel, sedangkan saat disave JPG baru dinaikkan ukurannya ke 4000×4000 pixel.

Ukuran file EPS

Saat menyimpan pastikan melakukannya dengan cara save as for web, bukan yang Export. Strategi ini cukup efektif untuk menghemat kuota dan ukuran gambar + EPSnya,apalagi buat yang bermain di banyak Microstock sekaligus. Lihat selengkapnya di bawah:

Ukuran file JPG Shutterstock

Naikkan percent menjadi seperti pada gambar di atas. Jika muncul pop up, cukup klik YES saja. 

Yupp, mungkin ini dulu ya info seputar filenya, jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar biar makin rame 😀 semoga bermanfaat. Sampai jumpa di postingan-postingan berikutnya 🙂

 

 

Mau Font Gratis Berkualitas Untuk Designer? Klik Di Sini

92 thoughts on “Contoh File EPS Yang Diterima Shutterstock”

    • untuk pembuatan vector biasanya di Adobe Illustrator atau Corel. Kecuali retouch foto (kalau main foto) bisa di PS, itupun paling cuma brightness 🙂

      Saran saya sih tetep pelan-pelan belajar Ai aja 🙂

      Reply
    • Gk ada angka pasti setelah disave JPG mbak, tergantung tingkat kerumitan design, penting maksimal EPS + JPG tidak lebih dari 50MB (kalau gk salah) 😀 lama gk upload yang berat.

      Reply
  1. mas kenapa saat saya ketik di kolom percent width dan height nya ikut angka yang saya ketik di percent?
    gambar punya mas di atas kok 4000 nya gak berubah?

    Reply
    • hehe, pasti ikut berubah mas. Coba dicermati, file EPS saya aslinya 200×200, pas save as for web dinaikkan 2000% = 4000×4000 pixel 🙂

      Itu berubah kok, selamat mencoba 😀

      Reply
    • sampai saat ini belum pernah pakai Corel pas main Shutterstock. Mungkin tetep sama, kan Corel bisa save ekstensi EPS, hanya saja (kata teman) harus dibuka lagi di Ai untuk kemudian save as lebih spesifik (EPS 8 atau 10).

      Gitu 😀

      Reply
        • iya, memang lebih baik belajar Ai sekarang, Corel masih menarik, tapi untuk main di marketplace Global kayaknya lebih banyak di Ai.

          Untung setting EPS, pas save as type: pilih EPS Illustrator – klik save >> nanti muncul pop up “EPS Option” pada bagian version, klik sampai muncul dropdown: di situ bisa pilih EPS 8 atau EPS 10. Selamat mencoba!

          Reply
  2. gan mau nanya, file eps saya size nya gede terus. minimal 66mb.. padahal upload di shuttorstock harus dibawah itu, gimana caranya ya? terima kasih

    Reply
    • kebanyakan efek mas? kayaknya file eps bisa membengkak itu kalau kebanyakan efek dan element, coba dibandingkan design yang sama, satunya pakai efek satunya bebas efek, harusnya akan ada selisih ukuran yang lumayan 😀

      Monggo dicoba dulu mas.

      Reply
  3. format eps dan jpg itu nama filenya sama dan design nya sama, begitu kah ? Btw, makasih banyak ilmunya (saya masih smp, jadi blm terlalu pro )

    Reply
  4. saya bikin vectorny di corel karena spek laptop gak mampu buat ai. jadi sya export ke file eps yg tersedia di corel. apakah itu bisa mas?? terimakasih

    Reply
    • Setau saya ekstensinya harus output file yang dibuat di Ai. Coba download aja Illustrator yang portable, penting bisa convert ke EPS 8 atau 10.

      Ribet sih, tapi mau gimana lagi. Tapi sebelumnya bisa dicoba langsung upload aja dulu ?
      Semoga lancar ya

      Reply
    • File EPSnya lebih enak dibuat di Ai aja mas, 🙂 jangan di corel pas save as EPS. Vectornya di corel gapapa, pas save as EPS prefer pakai Illustrator

      Reply
  5. mas kalo DPI itu berpengaruh gak?
    misal kalo kita export as itu kan kita bisa merubah DPI menjadi 300 (yang sering di gunakan)
    sedangkan pas export as web itu kan gak ada untuk ngatur ukuran DPI dan otomatis DPI yang di peroleh 96DPI
    mohon penjelasannya 🙂

    Reply
    • Kalau pas export adanya PPI, itu berpengaruh misal artboard kita kecil tapi pengen output JPGnya besar, bisa disesuaikan. Biasanya kalau saya artboard 950×950 pixel, pas export PPInya dinaikkan jadi 350 🙂

      Reply
      • oh iya maksud saya PPI mas..
        apakah pas export as web bisa setting ukuran PPI nya?
        atau hanya bisa di export as saja?
        soalnya saya coba export as web tidak menemukan settingan untuk PPI.

        Reply
        • Saya pakai Ai CC 2018, File > Export > Export as > nanti ada pilihan untuk pengaturan PPInya,
          Jangan pakai save as for web, selamat mencoba. Harusnya ada opsi export (jangan lupa pilih JPG/PNG).

          Reply
        • Saya pakai AI CC 2018, langkah-langkahnya: File > Export > Export as > nanti ada pilihannya.
          Kalau pake save as for web memang gk ada opsi untuk naik turun PPI, (cmiiw).

          Selamat mencoba 😀

          Reply
  6. Sore mas sangpena..

    Saya mulai dari 0..
    Niatnya bikin logo dari foto.. tracing ya klo g salah..
    Mendesignnya mending AI atau Corel?

    Reply
    • Maksudnya tracing? mending sketsa bikin sendiri, pelan-pelan belajar bikin logo yang unik.
      Kalau software sejauh ini AI paling bagus untuk diseriusi 🙂

      Reply
  7. Mas, apa semua poto yg akan di post harus melalui edit AI di laptop?
    Saya pake hp, gapunya laptop. Apa bisa di aprove klo saya post pake hp ?
    Maaf newbie, mau serius belajar hehe

    Reply
    • Kalau foto gk perlu edit di AI, langsung disubmit aja pakai appsnya yang di Android (atau iOS). CUma memang hasilnya foto gk sebaik kalau diolah lagi pakai laptop. Selamat mencoba! 😀

      Reply
    • Boleh dicoba dua-duanya, nanti kalau udah ketemu mana yang cocok langsung dieksekusi yang maksimal. Dua-duanya sama-sama bagus, insyaAllah.

      Reply
  8. Salam kenal masbro,
    mau tanya kenapa saya g bisa save as eps, selalu muncul “can’t save the illustration,can’t print the illustration”?
    Terima kasih

    Reply
  9. Mas mas mas … saya coba eskpor JPG EPS 10 dengan artwork 2000px x 2000px RGB , kok sizenya cuma dibawah 1 mb ya . padahal kan ss minim harus 4mb ya … makasih jawabanya mas

    Reply
    • Halo mas Uyak, di Shutterstock minimal 16MP (4000×4000 px), jadi bukan besaran filenya dalam MB(MegaByte) tapi dalam artian MegaPixel. Monggo dicoba save ukuran tadi ya, kalau untuk besar filenya, dibawah 1MB gapapa, penting panjang kali lebarnya ada 16MP (4000×4000 pixel).

      Selamat mencoba!

      Reply
  10. assalamualaikum, saya sudah upload desain di ss tapi tidak diterima katanya kek gini :
    Artboard: Vector is overlapping artboard bounds or is too small on the artboard, or there is more than one artboard in the file.

    solusinya gimana ya?

    Reply
  11. Salam kenal mas.
    Mau tanya, saya coba simpan file .eps tapi selalu muncul “can’t save the illustration,can’t print the illustration”. saya sudah coba buat file baru, terus coba simpan tetap gagal.
    ini saya pakai cs6
    Terima kasih

    Reply
    • Halo mas Yulianto. Coba warnanya dicek lagi ya, pastikan pakai RGB atau CMYK. Kemarin kejadian gitu pas pakai library warna ANPA Color, (bingung jelasinnya euy, wkwk). Window > Color > di option nanti pilih RGB atau CMYK. Semoga bisa ya, selamat mencoba.

      Reply
  12. Maaf mau OOT. Untuk belajar AI secara otodidak step by step yang bisa gampang dimengerti oleh newbie dummy kayak saya ada rekomendasi gak?

    Reply
  13. Saya pengguna Photoshop dan saya ingin ikut jualan di shutterstock, freepik dll apakah harus menggunakan AI? sedangkan saya hanya bisa maen PS. Apa ada market yang bersedia untuk PS atau lebih baik belajar AI? tapi gak jauh beda ya PS sama AI? terima kasih

    Reply
    • di Freepik bisa jualan template berformat PSD. Kalau skill Illustrator ke depan sangat besar peluangnya akan terpakai, jadi tidak ada salahnya belajar AI 🙂

      Reply
  14. kak, mau konsultasi lebih dalam kak. Apakah boleh minta WA kak. Nuwun. Ini ela prasetya mahasiswa unesa angkatan 2016 🙏😊

    Reply
    • via email aja ya, ada kontak WA juga via halaman KONTAK di web ini, cuma itu respon otomatis, jarang dicek. Lebih cepet via email. Monggo.

      Reply
  15. makasih atas gambaran file eps nya kak. baru belajar main vector di SS juga. selama ini cuma upload foto saja. sukses buat kita semua. Aamiin. 🙂

    Reply
  16. ok saya mau tanya. waktu saya upload eps ke shutterstock, dianggap filenya terlalu kecil <4MB. padahal yg saya upload kan logo dengan elemen yg sedikit. ngga nyampe 1MB malah. trus mengatasinya gmn ya? masa nambah2in elemen kan jadinya jelek gitu.

    Reply

Leave a Reply to Yulianto Cancel reply