Beberapa Alasan Kenapa Harus Menulis (2-Habis)

sangpena.com – Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan pertama tentang Beberapa Alasan Kenapa Harus Menulis. Yang belum baca, silakan dibaca dulu yaa, di sini – karena alurnya berurutan.

Menulis bisa dibilang sangat penting, karena peradaban manusia yang ada sekarang tidak pernah lepas dari keberadaan tulisan-tulisan yang dari masa ke masa tercipta sesuai dengan kebutuhan zaman.

Berikut ini adalah beberapa alasan, yang perlu diketahui generasi muda kenapa harus menulis (2):

6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

Menulis yang terjadwal dan teratur dalam keseharian dapat meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi. Dalam interaksi sosial, komunikasi seringkali terhambat karena ketidakmampuan kita dalam menyampaikan sebuah informasi kepada orang lain. Nah, dengan menulis secara teratur secara tidak langsung kita telah belajar untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dalam berkomunikasi.

Jika kamu memiliki kesulitan dalam komunikasi verbal secara lisan, kebiasaan menulis akan menjadikan kita memiliki keakuratan dan kecepatan untuk diksi yang tepat ketika berkomunikasi.

7. Mengetahui Apa Yang “Diinginkan”

Banyak orang yang gagal dalam hidup ini, bukan karena tidak memiliki kemampuan, tetapi karena tidak mengetahui apa yang diinginkan. Saya coba tanya? Sudahkah yang kamu inginkan saat ini sudah benar-benar BENAR?

Menulis memang tidak menjadikan kita langsung mengetahui apa yang diinginkan, tetapi: melatih nalar kita untuk merenungkan segala sesuatu dengan lebih mendalam, sistematis dan akurat!

Kita bisa menggambarkan lebih jelas apa saja yang kita inginkan lewat menulis: tulisan. Daripada sekedar mengingat yang seringnya – maaf – rawan lupa, karena keterbatasan daya ingat kita.

8. Meningkatkan Kemampuan Analisa Suatu Masalah

Menulis secara teratur seperti yang selalu dan sering saya sampaikan, mampu secara signifikan meningkatkan kemampuan dan kepekaan kita dalam menyikapi suatu permasalahan.

Ketika kita menjabarkan sesuatu di atas kertas – ataupun di laptop, kita dituntut setidaknya untuk menggambarkan segala sesuatunya lebih jelas dan rinci, tidak boleh sembarangan dan serampangan membuat kesimpulan.

Menghadapi masalah dengan fisik, sangat jauh berbeda ketika dituliskan. Fisik akan cenderung berpengaruh ke arah emosional, sedangkan menulis akan lebih menghasilkan pendekatan berbeda – hasil berbeda.

9. Sejenak Menjauhkan Kita Dari Gadget!

Percaya atau tidak, saat saya menulis ini, kurang lebih sudah mendekati angka 20 menit ketika sampai di point ke 9. Berarti ada 20 menit pula aktivitas menulis yang melepaskan saya dari kecenderungan memegang smartphone, baik sekedar membaca berita atau mengecek email – atau mengomentari PM kawan.

Ketergantungan yang berlebihan untuk tidak melepas gadget dari segala aktivitas tentu kurang baik juga jika berlebihan, maka menulis  bisa jadi alternatif kesibukan yang menarik. Ilmunya dapat, kemampuan meningkat, dan secara pelan-pelan akan melepas kita dari ketergantungan akan gadget! Menarik!

Apalagi jika menulis secara konvensional, kita dituntut lebih banyak fokus dibandingkan saat menuliskannya di komputer atau tablet. Lebih banyak waktu yang bermanfaat bukan? 🙂

10. Menjadi Diri Sendiri!

Dalam era globalisasi seperti ini, jika kita tidak memiliki pegangan yang kuat “saya hendak menjadi apa”, maka dipastikan kita akan jadi “pasar” saja, bukan jadi pemain utama. Terombang-ambing tren pasar yang sebenarnya sudah disetting segelintir orang, bukan terjadi secara alamiah.

Ketika kita mau menulis – memulai menulis. Secara pelan tapi pasti, kita sedang membentuk karakter diri sendiri: ini lho saya. Dengan ke khasan yang kita bangun lewat tulisan yang harapannya bisa menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Karakter tentu tidak terbentuk hanya sekali dua kali menulis, dia butuh keistiqomahan, kontinu dan berkesinambungan. Terlepas apapun yang kita tulis, sedikit banyak dia akan membentuk siapa kita dan bagaimana kita ke depan.

Saya selalu yakin, bahwa setiap manusia adalah terlahir istimewa dengan segala kelebihannya masing-masing, dan setiap kelebihan tersebut mampu mengantarkannya menjadi penulis dengan keunikannya. 🙂

Jangan takut memulai, jangan pernah takut. Takutlah kalau besok kamu mati, dan kamu tidak meninggalkan apapun.

Jakarta, 24 Juli 2015

sangpena

Penikmat sastra dan sains. Suka design grafis dan main biola. Menulis di sangpena.com adalah kesibukannya selain sehari-hari bisa ditemukan wara-wiri di seputar Kota Semarang. Ada pertanyaan? Hubungi di halaman kontak ya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dog