Mengapa Rata-Rata Pria Kaya Memiliki Istri Sederhana

Mengapa Rata-Rata Pria Kaya Memiliki Istri Sederhana

Taipan atau pengusaha terdidik dengan penghasilan di atas rata-rata ummat manusia tidak hanya mencari pendamping dari fisiknya, terlebih penting dari semua itu adalah KAPASITAS dan KUALITAS yang dimiliki. Jika kamu muslimah? kamu tentu kualitas seperti apa yang dibutuhkan untuk mendidik generasi ummat terbaik. Setuju?

1150
1
Mengapa Rata-Rata Pria Kaya Memiliki Istri Sederhana
Mengapa Rata-Rata Pria Kaya Memiliki Istri Sederhana | picsource: cosmopolitan.com

sangpena.com – Bacaan singkat berikut ini barangkali bisa dijadikan renungan, termasuk bagi seorang muslimah, bahwa kualitas diri itu sama pentingnya untuk memperoleh jodoh yang seimbang kualitasnya. Selamat membaca!

Pertanyaan seorang gadis di sebuah forum netizen di US:
“Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?” Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik dan berselera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun minimal $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih. Saya tidak matre, tapi realistis. Di New York penghasilan sebesar itu hanya termasuk kelas menengah. Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun dan ingin menikahi saya? Di manakah saya bisa bertemu pria kaya yang ingin menikahi saya

Jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial:
“Dear Gadis Jelita,
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Izinkan saya menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional. Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.

Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.

Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas. Penghasilan saya akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.

Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki “posisi perdagangan”. Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya.

Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Mungkin perkataan saya kejam, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa. Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.
Saran saya, lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, itu lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.
Semoga jawaban saya dapat membantu.

Tertanda, JP Morgan

 

Akhirnya kita paham bahwa para taipan terdidik dengan penghasilan di atas rata-rata ummat manusia tidak hanya mencari pendamping dari fisiknya, terlebih penting dari semua itu adalah KAPASITAS dan KUALITAS yang dimiliki. Setuju? Boleh dishare 🙂

Jakarta, 24 Agustus 2015 – ibukota mulai diselingi mendung sesekali…

1 COMMENT

  1. Ha ha.. betul sekali, jawabannya mengena banget. Bahkan bisa jadi ada puluhan dan ratusan wanita yang memiliki pemikiran yang sama, tapi memang agak riskan jual kecantikan untuk uang 😀

LEAVE A REPLY