Perjalanan Ini

sangpena.com – Perjalanan Ini. Perjalanan ini, masih seperti yang kita bayangkan. Tak ada pertengkaran yang kita takutkan. Hanya perasaan terpendam menahan rindu yang entah apa musti diwujudkan. Kebahagiaan kita, masih sekadar hening lampu temaram, diam menerangi kesepian. Kecuali matahari yang dulu kita tertawakan, perjalanan ini masih menyepi pada gelap. Langkah begitu ngilu, menghidupi sepi yang gelap dan enggan terlelap.

Seandainya kita tak cukup kuat, perjalanan hanyalah menghidupi kesedihan. Kota dan hutan, adalah saksi kita habiskan hari. Membawa pada ramai dan bisu, bahwa kita berdua sedang berjalan pada ketidaktahuan yang dituju.

Mungkin kita musti bertanya, inikah jalan setapak menuju rumah yang kita bayangkan? Dengan bangunan sederhana dipenuhi dedaunan yang menyelimuti separuh atap.

Dengan bulan penuh yang datang di tengah malam. Dan burung tiada henti bernyanyi tak pedulikan kita yang sedang bermainmain dengan bayi mungil.

Aku sedikit ragu. Sebab selama ini kita telalu banyak gagu dalam perjalanan. Semua lambang begitu terang tergambarkan: kau dan aku adalah air mata yang beriringan mengairi lautan. Kadang bersamaan satu jalan, atau terpisah  berbeda jalan, kita bertemu dalam satu samudera.

Jakarta, 18 Agustus 2016 | 5:55am

sangpena

Penikmat sastra dan sains. Suka design grafis dan main biola. Menulis di sangpena.com adalah kesibukannya selain sehari-hari bisa ditemukan wara-wiri di seputar Kota Semarang. Ada pertanyaan? Hubungi di halaman kontak ya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *