Refleksi dan Catatan Akhir Tahun 2015

sangpena.com – Alhamdulillah, terucap selaksa syukur untuk perjuangan dari hari ke hari yang berlalu di tahun 2015. Tidak terasa akhirnya akan segera sampai di penghujung tahun 2015. Cepat sekali, rasa-rasanya baru beberapa hari yang lalu pesta kembang api menjadi sambutan semarak di pekan-pekan pertama saya menghirup dan menghela nafas sebagai bagian dari salah satu kota termacet di DUNIA: Jakarta.

Ya, tanggal 29 Desember kemarin adalah tepat satu tahun saya tinggal di Jakarta. Masih hangat dalam ingatan, setahun silam di tanggal yang sama, saya dengan berat hati melepaskan Semarang yang sudah 4 tahun 2 bulan menjadi rumah ke dua setelah Blora. Nanti, setelah Jakarta entah Kota atau Kabupaten mana lagi saya akan berlabuh memperjuangkan masa depan. Dimanapun itu, saya tetaplah orang yang sama dengan semangat yang sama besarnya 🙂

Akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk merenungkan, melihat sejenak ke belakang atas apa saja yang telah tercapai selama setahun ini. Juga sebagai koreksi kekurangan, selama setahun ini apa saja nilai-nilai yang terlewatkan atau tidak tercapai secara maksimal.

Bagi saya, tahun 2015 adalah tahun yang tidak kalah baik dan penuh syukurnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada pencapaian yang hebat, tetapi juga ada yang perlu diperbaiki. Wajar, setiap ada lebihnya kita harus menemukan kurangnya untuk tetap sadar dan rendah diri. Benar begitu kan? 🙂 Mari kita urai dengan santai catatan akhir tahun 2015 ini.

Hal pertama yang cukup penting di tahun 2015 ini adalah tentang usia. Usia saya per tanggal 1 Juni kemarin genap 24 tahun, hampir seperempat abad usia saya – cukup tua dan dewasa untuk ukuran saat ini. Sekalipun saya pribadi secara jujur harus mengakui tidak merasakan perubahan banyak – karena saya menjalaninya dari hari ke hari. Sedangkan orang lain yang jarang bertemu mungkin akan menemukan saya sudah berbeda, lebih ganteng, cool, dewasa, berkepribadian dan berdompet. Biasanya orang-orang macam ini adalah mereka yang menjadi sahabat baik saya dan hobinya makan traktiran. 😀

Tahun 2015 adalah tahun pertama saya selepas kuliah. Sebuah kesyukuran, karena tidak perlu jeda terlalu lama jarak antara wisuda dan memperoleh pekerjaan. Hanya dua bulan berselang dari tanggal 30 Oktober 2014. Tapi ironinya – saya yang di kampus sempat aktif di UKM Kewirausahaan berakhir menjadi karyawan 🙁 Huffft, hanya saja tetap harus bersyukur masih bisa bekerja, tentang rezeki, di luar sana mungkin banyak sekali orang yang belum berkesempatan mendapatkan pekerjaan untuk memperoleh rezeki.

Ngomong-ngomong soal pekerjaan, selama di Jakarta saya sudah dua kali bekerja di perusahaan yang berbeda. Berbeda dalam artian produk yang dijual – juga jobdesc yang saya kerjakan. Di perusahaan pertama saya bekerja – saya melewati proses pendidikan selama dua bulan untuk kemudian di tempatkan sebagai pimpinan untuk cabang-cabang di berbagai pelosok nusantara – rencanya begitu. Hanya saja setelah melihat hasil nilai selama pendidikan, saya ditawari untuk menjadi trainer marketing dan saya ambil. Oh ya, perusahaan ini di bidang otomotif, menjual kendaraan bermotor dengan tagline: one heart 😀

Di perusahaan pertama ini saya hanya bertahan empat bulan, terhitung dari akhir bulan Desember tahun lalu hingga bulan April 2015. Menjelang pertengahan bulan April saya mendapatkan tawaran untuk bekerja di perusahaan smartphone – di posisi yang pernah saya impikan dulu sekali ketika kuliah. Alhamdulillah, tawaran tersebut saya terima dan masih aktif sampai sekarang dan inshaAllah berlanjut sampai paling lama tahun 2017 – lalu resign 🙂 Jangan tanya kenapa 😀

Di perusahaan ke dua inilah pengalaman demi pengalaman luar biasa satu per satu saya rasakan. Ilmu-ilmunya yang tidak mungkin saya temukan di bangku kuliah – yang jurusan Akuntansi. Ilmu seputar digital marketing, partnership, community engagement, dll. Di perusahaan ini pula saya berkesempatan melebarkan relasi seluas-luasnya dengan banyak sekali komunitas dengan beragam latar belakang – yang saya haqqul yakin, ini akan menjadi asset mahal saya di kemudian hari. Saya betah bekerja di sini, bekerja dengan hati, sesuai passion dan tentu saja: pekerjaan terbaik adalah seperti hobi yang dibayar!

Berbagai kota besar di Pulau Jawa dan luar Jawa pelan-pelan saya singgahi satu demi satu karena tuntutan pekerjaan – sekaligus melebarkan komunitas. Inilah yang saya sebut pekerjaan terbaik – karena saya bisa seperti bepergian kemana saja dalam tugas mulia kantor, hehe.

Di pekerjaan ke dua ini pula skill menulis saya terus bertambah seiring berjalannya waktu. Dan karena tuntutan pekerjaan pula, akhirnya saya harus familiar dengan design grafis dan seputar branding. Maka, pelan-pelanpun saya akhirnya mendalami kembali ilmu grafis yang ternyata: mahal, hehe. Kalau boleh jujur, sebenarnya skill grafis bukan barang asing lagi, karena pas kuliah juga sudah hobi – hanya saja hobinya belum tersalurkan dan menjadi pemasukan seperti sekarang ini.

Itu tentang karir pekerjaan saya yang resmi. Di luar kantor, tahun 2015 ini juga ternyata masih bisa membukukan seabrek kegiatan dan kesibukan. Salah satu kesibukan saya yang menghasilkan adalah menjadi freelancer designer dengan dasar ilmu grafis. Dari kesibukan ini saya mendapatkan penghasilan tambahan yang bisa dibilang lumayan karena dibayar dengan menggunakan mata uang dollar yang terus naik. Terima kasih Pak Jokowi #eh.

Selain grafis, saya juga memiliki hobi mengembangkan web yang salah satunya berhasil mewujudkan penampakan seperti sangpena.com ini serta mengembangkan start up digital berupa APKHub.asia yang khusus mengulas seputar Android – Nah, tidak jauh dari pekerjaan ke dua kan? hehe 😀

Di tahun 2015 ini saya juga masih tercatat di grup WhatsApp kepengurusan LaPSI Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, di grupnya saja 🙁 sementara kegiatan yang di Jogja jarang ikut. Selain itu, alhamdulillah juga masih diberi kesempatan amanah untuk menjadi bagian dari LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saya mengklaim sendiri sebagai yang termuda di sini, juga terganteng, tercool, lalu abaikan. Tentu menjadi kebanggaan dan kesyukuran tersendiri bisa menjadi bagian dari sebuah keluarga besar induk organisasi yang menjadi titik tolak kehidupan saya yang lebih baik hingga sejauh ini.


 

Tahun 2015 terasa begitu cepat dengan berbagai pencapaian tersebut, tetapi juga masih banyak sekali kekurangan yang saya rasakan di sana-sini. Manajemen waktu yang masih saja kurang disiplin. Waktu saya yang terkadang terbuang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Hingga produktifitas untuk berkarya yang semakin menyusut – misalnya, tulisan saya di sangpena.com tahun 2015 bisa dibilang sedikit – sekali. Maka saya berharap tahun 2016 bisa menjadi tahun yang lebih baik. Dan, tagline saya untuk satu tahun ke depan adalah: LEBIH TAAT, LEBIH HEBAT, LEBIH BERMANFAAT! Lebih taat untuk urusan vertikal, saya dan Sang Maha Pencipta, Lebih Hebat untuk Kualitas diri yang meningkat, Lebih Bermanfaat adalah untuk berbagai keilmuan dan apapun yang mampu saya bagikan kepada sesama: materi, pemikiran, ilmu – apa saja.

Ada banyak resolusi untuk tahun 2016, yang barangkali tidak akan cukup ditulis di sini. Tetapi tagline kalimat di atas sudah cukup untuk mewakili keseluruhan resolusi 2016. Semoga terwujud ya, aamiin.

Terima kasih kepada semua orang yang luar biasa di tahun 2015 ini dan tahun-tahun sebelumnya yang belum sempat tercatat:

  1. Ibu, yang doanya tak pernah putus untuk kebaikan dan keberkahan anaknya di rantau. Semoga senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur panjang untuk kelak bersama-sama sebagai keluarga bersujud di Baitullah.
  2. Panti asuhan Muhammadiyah yang menjadi “kawah candradimuka” pertama saya, serta orang-orang dengan keikhlasan yang tiada duanya: Pak Parno dan keluarga, semoga senantiasa sehat dan berlimpah keberkahan.
  3. Kampus saya – separuh kisah organisasi di Curriculum Vitae saya lahir karena kuliah di sini: Universitas Muhammadiyah Semarang. Berikut dosen-dosen Fakultas Ekonomi yang luar biasa, terkhusus duo Ibunda: Bu Ayu dan Bu Asri. BEM, UKM, IMM, dan lain-lain.
  4. Orang-orang luar biasa ketika di kampus: Mas Yamin, juga alumni panti asuhan yang sama – yang di awal-awal kuliah saya, beliau adalah donatur yang selalu berbagi rezeki.
    Wahyu Imam Santoso aka “Mbah e” atau WIS. Beberapa oknum menyebut kami Ipin Upin, padahal bukan. Hanya qodarullah saja Allah pertemukan dan kami berangkat dari tempat yang sama untuk menggapai mimpi menjadi mahasiswa. Dan kemana-mana sering bareng 😀
    Geng kuning Semarang: Mas Taufik, Riza, Wulan, Imam dan lain-lain, banyak.
  5. Takmir dan pengurus masjid yang mengizinkan saya tinggal sebagai Marbot Masjid pas di Semarang. Masjid Baitussalam – Kinijaya dan masjid lupa namanya di Perumahan Klipang Pesona Asri. Semoga jamaah shubuhnya senantiasa bertambah.
  6. Dan semua yang pernah hadir dalam kehidupan saya hingga di usia 24 tahun ini – hingga penghujung tahun 2015 ini. Semoga keberkahan senantiasa bersama kita semua 🙂

Saya percaya, tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini. Semua yang dipertemukan, dihadirkan dalam kehidupan dan kisah kita masing-masing bukanlah tanpa tujuan. Mereka sebenarnya adalah satu rangkaian kisah yang akan kita bawa sepanjang zaman kita di dunia. Pahit dan manisnya, kita sendiri yang menentukan – yang menikmati. Apakah memutuskan untuk berbahagia atau sebaliknya 🙂

Semoga tidak terlalu panjang tulisannya 😀 sudah dulu ya, lain kali kita sambung lagi. Masih Rabu kan, #RabuNyunda dulu: Hatur Nuhuun. Wilujeng kulem

Jakarta, 30 Desember 2015

11:45pm

sangpena

Penikmat sastra dan sains. Suka design grafis dan main biola. Menulis di sangpena.com adalah kesibukannya selain sehari-hari bisa ditemukan wara-wiri di seputar Kota Semarang. Ada pertanyaan? Hubungi di halaman kontak ya :)

4 Responses

  1. Alris says:

    Bisa bepergian kemana saja tapi dibayar, ueenak tenan itu mas. Pekerjaan adalah seperti melakukan hobi, itu kan bikin hasil kerjaan lebih baik.
    Selamat tahun baru, semoga di tahun 2016 ini lebih baik lagi, sesuai tagline,:)

    • sangpena says:

      Alhamdulillah, Allah selalu punya jalan terbaik untuk rezeki hambaNya mbak, hehe. Bukankah kita hanya ikhtiar dan Allah yang mempertemukan? 😀

  2. Widya Herma says:

    Senang sekali membaca kaleidoskop 2015. Alhamdulillah banyak yang disyukuri. Semoga di 2016 makin banyak hal baik yang datang ke kehidupan mas. Aku juga turut bersyukur dan senang atas kenikmatan yang didapat. Punya impian juga memiliki pekerjaan yang tidak menghambat waktu berpergian. Karena seringkali, bekerja di tempat yang sama dengan rutinitas yang sama juga cukup membosankan. Semoga saja impian widya yang satu ini juga terwujud. *malah curhat* 😀 hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dog