Pelajari Bagaimana Cara Mendapatkan 1000$ Pertama Tanpa Jualan Stock! Di Sini

Suatu hari seorang Ibu yang menginginkan anak balita nya menjadi pianis besar mengajak putra nya menyaksikan konser seorang Maestro yang kebetulan sedang datang di kota nya.

Malang, jelang konser dimulai, saat mencari tempat duduk, si anak terpisah dari Ibunya. Dan tidak nampak dimanapun si Ibu melihat.

Lampu mulai dipadamkan, tepuk tangan membahana. Saat pertunjukan hendak dimulai. Dan si anak belum terlihat berada dimana.

Lampu sorot menyala ke arah panggung saat Sang Maestro berjalan tenang menuju Grand Piano nya. Dan disana rupanya, telah duduk si anak yang dicari2 Ibu nya!

 

Berapa Ukuran Artboard Ideal Untuk Shutterstock? Baca di sini!

Si anak mulai menekan tuts dengan “komposisi” gubahan nya sendiri, khas anak kecil yang senang menemukan mainan. Penonton bergumam.

Sang Maestro dengan tenang duduk disebelah anak tadi. Tersenyum, ke arah anak tadi, dan ikut bermain, menambahkan bass, menambahkan ritme, dan terciptalah sebuah musik indah. Selesai bermain, penonton melakukan standing applause untuk Sang Maestro dan “Bintang Tamu” nya.


Pada tahun-tahun yang akan datang pelaku bisnis akan dihadapkan pada tantangan yang akan semakin sulit. Tahun politik sudah di depan mata dan terasa dampaknya, bahkan hingga grup-grup WA keluarga kita. Gaduh gak sih?

Era disrupsi tidak bisa lagi di hindari, tidak ada pilihan selain menerima dan pelan-pelan beradaptasi. Dan, kolaborasi adalah kunci untuk tetap bertahan, bersaing dan menang. Katanya sih begitu 😀


Tapi apakah kolaborasi itu? Sudahkah kita benar dalam memahaminya?

Yang dilakukan Sang Maestro dalam cerita diatas adalah sebuah kolaborasi.

Kolaborasi adalah bekerja bersama dengan memberikan kepercayaan dan kesempatan pada partner, teman, mitra atau apapun namanya, sekalipun Anda merasa “lebih baik”. Sekalipun Andalah Sang Maestronya.

Kolaborasi adalah memberikan penghormatan pada mitra Anda, meski yang dia lakukan kadang terasa tidak tepat jika dilihat dari kacamata Anda. Anda tidak perlu mempermalukannya.

Kolaborasi adalah ketika partner yang kuat mampu mengangkat moral partner yang lebih lemah, untuk bersama menghasilkan karya terbaik .

Kolaborasi adalah ketika Sang Maestro bersedia menanggalkan jubah kebesarannya dan bersedia duduk setara dengan partnernya, mendengarkannya, dan membangun interaksi bersama untuk menghadirkan karya indah.


Jika Anda (Sang Maestro) masih memandang diri besar. Tidak menempatkan mitra dalam posisi setara, jangan-jangan apa yang kita sebut sebagai kolaborasi tidak benar-benar ada.

Jangan-jangan sesuatu yang kita sebut kolaborasi padahal maksudnya adalah : kamu bekerja untuk saya, untuk kepentingan saya, dengan terms yang saya mau.

Bagaimana menurut Anda? Apakah inisatif kolaborasi yang tengah kita lakukan saat ini adalah benar-benar kolaborasi?

===

Tulisan oleh Presiden Tangan Di Atas (TDA) 3.0 Fauzi Rachmanto, secukupnya saya poles tanpa mengubah substansi tulisan 😀

Gambar: rawpixel